Sejarah nama “Ledok” berasal dari kondisi wilayah geografisnya yang tidak rata dan sebagian berupa daerah dengan cekungan atau dalam bahasa jawa “ledokan”
Lambat laun masyarakat menamakan daerah tersebut guna mendapatkan identitas geografis suatu daerah dengan disebut “Ledok”.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1992 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga dan Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang, wilayah Desa Ledok masuk ke dalam Pemerintahan Kotamadya Salatiga (Pemekaran Tahun 1992). Desa Ledok kemudian beralih status menjadi Kelurahan Ledok berdasarkan Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Status Desa menjadi Kelurahan. Sekarang Kelurahan Ledok masuk dalam wilayah Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Kantor Kelurahan Ledok berada di Jalan Veteran Nomor 25 Kota Salatiga.
|
No |
Nama |
Jabatan |
Periode |
|
1 |
Singodiwiryo |
Kepala Desa |
1937-1942 |
|
2 |
Tjokro Dinomo |
Kepala Desa |
1942-1947 |
|
3 |
Sukirman |
Kepala Desa |
1947-1963 |
|
4 |
Mulyoto W S |
Kepala Desa/ Lurah |
1963-1994 |
|
5 |
Natan Darmono |
Lurah |
1994-1999 |
|
6 |
Hani Yazid |
Lurah |
1999-2003 |
|
7 |
Budi Cahyono, SH |
Lurah |
2003-2012 |
|
8 |
Muhammad Kalimi, SE, MM |
Lurah |
2012-2019 |
|
9 |
Bambang Hartono, SE |
Lurah |
2019-2023 |